Menu Close

Katarak Pada Bayi: Kenali 3 Jenis dan Perbedaannya

Kenali 3 Jenis Katarak Pada Bayi dan Perbedaannya

Katarak adalah penumpukan protein pada lensa di dalam mata. Penumpukan protein ini menyebabkan kekeruhan dan keburaman di dalam lensa. Kondisi tersebut bisa menyebabkan penglihatan menjadi kabur, pudar yang menjadi semakin memburuk. Katarak adalah kondisi yang sangat umum dan dapat terjadi secara alami, seiring bertambahnya usia. Selain itu, terdapat juga kemungkinan terjadinya katarak pada bayi.

Di Amerika, lebih dari 24,4 juta orang di atas usia 40 tahun terkena katarak, dan setengah dari mereka yang berusia 75 tahun atau lebih pernah mengalami katarak atau menjalani operasi pengangkatan. Akan tetapi, katarak pada bayi juga sangat mungkin terjadi karena bawaan dari lahir.

Namun katarak tidak selalu disebabkan oleh usia. Penyakit ini dapat disebabkan oleh cedera pada mata, kondisi medis seperti diabetes, operasi mata, atau kondisi mata lainnya. Penggunaan steroid dapat mempercepat perkembangan katarak. Meskipun relatif jarang terjadi, katarak pada bayi yang baru lahir biasanya bersifat bawaan atau berkembang selama masa kanak-kanak. Untungnya, apapun penyebabnya, katarak dapat diobati dengan pembedahan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Katarak sendiri memiliki beberapa jenis dengan tipe yang berbeda-beda. Setiap jenis katarak pada bayi terbentuk di bagian tertentu dari lensa dengan efek fisik dan pola perkembangan yang berbeda-beda. Berikut informasi lengkapnya.

Efek katarak pada bayi pada perkembangan dan pertumbuhan

1. Katarak Subkapsular Posterior (Lensa Belakang)

Katarak Subkapsular Posterior (PSC) terbentuk di bagian belakang lensa mata, selain kapsul yang menahan lensa di tempatnya. Seiring berkembangnya katarak, maka akan semakin menghalangi jalur cahaya dan menyebabkan silau. Jenis katarak ini umumnya ditemukan pada pasien yang pernah mengalami trauma mata atau pembedahan, yang mengalami peningkatan kadar gula darah, atau yang telah diobati dengan steroid. 

Akan tetapi, katarak PSC dapat terbentuk pada mata normal sempurna yang tidak memenuhi salah satu kriteria ini. Kadang-kadang, katarak PSC akan muncul pada anak-anak dan bahkan katarak pada bayi.

Perkembangan katarak PSC biasanya lebih cepat daripada jenis katarak lainnya. Katarak jenis ini mungkin berkembang menjadi signifikan secara visual selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tetapi dapat terjadi secepat berminggu-minggu bahkan berhari-hari.

Katarak PSC dapat membahayakan penglihatan membaca seseorang, menyebabkan silau atau lingkaran cahaya di sekitar lampu pada malam hari, dan dapat menyebabkan penglihatan yang memburuk dalam pengaturan cahaya terang. Jika tidak diobati, katarak subkapsular posterior dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang signifikan dan dapat berlanjut ke titik kebutaan.

2. Katarak Sklerosis Nuklir (Pusat Lensa)

Katarak sklerotik nuklir (juga dikenal sebagai “katarak nuklir”) adalah jenis yang bukan salah satu katarak pada bayi karena kerap menyerang orang seiring bertambahnya usia. Katarak nuklir mempengaruhi bagian tengah lensa, juga dikenal sebagai nukleus. Jenis katarak ini, lensa secara bertahap mengeras dan berubah menjadi kuning atau coklat pekat seiring waktu. Pengerasan lensa ini disebut sebagai “sklerosis”. 

Keanehan dengan kondisi ini adalah bahwa pada tahap awal beberapa pasien melaporkan peningkatan penglihatan mendadak, termasuk peningkatan rabun jauh atau penglihatan membaca. Namun, efek ini (biasa disebut sebagai “pandangan kedua”) hanya bersifat sementara. Secara umum, katarak nuklir menyebabkan gangguan penglihatan jarak jauh yang lebih signifikan daripada penglihatan dekat.

Saat katarak nuklir mencapai stadium lanjut, pasien akan sulit membedakan corak warna yang berbeda. Untungnya, katarak sklerotik nuklir tumbuh perlahan dan mungkin membutuhkan waktu beberapa tahun sampai mulai memengaruhi penglihatan seseorang secara dramatis. Banyak pasien dapat menunda operasi katarak dengan kacamata dan kacamata baca yang efektif, memakai kacamata hitam anti silau, dan mengambil tindakan pencegahan seperti menghindari mengemudi di malam hari. 

3. Katarak Kortikal (Lapisan Lensa Luar)

Katarak kortikal mempengaruhi lapisan luar lensa. Jenis katarak ini terjadi ketika kekeruhan terbentuk di korteks lensa. Katarak kortikal terlihat pada tahap awal ketika area keruh kecil atau garis putih mulai terbentuk di dalam korteks lensa. 

Garis-garis putih ini, (juga dikenal sebagai “jari-jari kortikal”) dapat tumbuh meluas ke tengah lensa saat katarak kortikal memburuk. Jika ini terjadi, guratan dapat menghalangi cahaya melewati lensa secara alami yang dapat menyebabkan silau, sensitivitas cahaya, penglihatan kabur, dan masalah dengan persepsi kedalaman. Penggunaan kacamata khusus rekomendasi dari dokter dapat membantu mengatasi beberapa kehilangan penglihatan dalam jangka pendek, tetapi operasi katarak pada akhirnya akan diperlukan untuk memperbaiki kondisi ini.

Meskipun jenis katarak berbeda ini dapat memengaruhi penglihatan dengan cara yang sedikit berbeda, semuanya dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara signifikan (bahkan kebutaan) seiring waktu. Terlepas dari variasinya, katarak pada bayi bisa saja terkena oleh siapapun dengan varian jenis yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk Anda segera memeriksakan bayi ke dokter, jika sudah melihat kejanggalan pada penglihatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *